Perintah Allah Menjadi Muslim Kaffah, Bukan Moderat

Photo by Masjid Pogung Dalangan on Unsplash

Sejak Tahun 2016, kaum muslim di Indonesia selalu mendapat perlawanan dari pemerintah -terkhusus pada muslim yang menginginkan perapan hukum Islam dalam pemerintahan-. Sepertinya sudah menjadi berita lazim jika ada berita aktivis dan/atau ulama yang dipenjara atau minimal kajiannya dipersekusi oleh rezim sejak tahun tersebut.

Sekarang di tahun 2021 (5 tahun berlalu), tidak heran jika rezim akhirnya mulai semena-mena terhadap muslim di Indonesia. ASN tidak diperbolehkan membicarakan khilafah, mahasiswa dipaksa untuk menurut pada kebijakan rezim, guru-guru tidak diizinkan untuk lebih kreatif jika ada pembahasan tentang agama. Sebuah paradoks memang, jika rezim tidak membolehkan seseorang untuk membicarakan sebuah agama, tetapi rezim sendiri mengatur sebuah agama (Islam) untuk tidak membicarakan hal yang menyinggung rezim.

Orang yang mengaku dirinya sebagai muslim harusnya membaca, memahami, mengamalkan, dan berusaha sekuat tenaga menjadi muslim seperti muslim yang diperintahkan oleh Allah Swt.:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

Wahai orang-orang yang beriman masuklah kamu kepada Islam secara menyeluruh. Dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaithan. Sesungguhnya syaithan itu musuh yang nyata bagi kamu.” (QS. al-Baqarah [2]: 208).

Sungguh sebuah keanehan jika rezim berani untuk disumpah di bawah Al-Qur’an, tetapi tidak melaksanakan apa yang terkandung di dalam Al-Qur’an. Rezim memaksa seluruh warga yang ada di bawah kekuasaannya untuk menjadi muslim yang -mereka sebut- moderat. Muslim moderat ini sebetulnya adalah muslim yang diatur oleh rezim agar tidak kritis kepada kebijakan rezim yang menyengsarakan rakyat. Selanjutnya muslim moderat ini diperlihatkan sebagai muslim yang tidak memusuhi rakyat dengan agama lain, agar rezim bisa memikat dukungan dari agama lain untuk membangun muslim moderat.

Padahal bagi muslim yang memilih menjadi muslim sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Allah Swt. maka dirinya akan memiliki kasih sayang yang tinggi dan perlindungan yang penuh (karena diperintahkan oleh Allah) kepada para kafir dzimmi, dan berlaku tegas nan keras kepada para kafir harbi.

Setelah ada sebagian muslim yang menyatakan dirinya pada sebagai muslim moderat (padahal dirinya tidak mengetahui hakikat muslim moderat), maka orang-orang tersebut diangkat derajatnya oleh rezim agar apa yang dirinya katakan sesuai dengan keinginan rezim dan bagi muslim yang tidak sesuai dengan keinginan rezim diperlihatkan kepada khalayak menjadi sesuatu yang menyeramkan seperti dipenjarakan bahkan ditembak mati di lokasi kejadian (tanpa diadili).

Maka bagi orang-orang yang memilih menjadi muslim moderat, sebaiknya segera bertaubat karena hal tersebut adalah sebuah perbuatan dosa dan efek jangka panjangnya akan menyengsarakan rakyat bahkan kepada keluarganya sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *