Konsisten Satu Keahlian

Beraaat kalo udah ngomongin soal konsisten, kayak nampar diri sendiri, gampang ngomongnya susah ngerjainnya, ngumpulin perasaan-perasaan yang gak perlu baru bisa ngerjain. Aaah… Memang gak mudah konsisten, apalagi perlu perbaikan dan repetisi tiap hari, walau hati dan perasaan sedang tak ingin. Fiuuuhh ~~

Lagi nongkrong ya enaknya scrolling-scrolling beranda Instagram, buka satu persatu japri dan chat group WhatsApp yang belum kebuka, buka YouTube dan nontonin video yang lagi trending, atau buat snapgram sama temen nongkrong. Dan waktu berlalu tanpa terasa, detik ke detik menggumpal menjadi puluhan menit. 15 menit lagi deh ~~ bentar kok

Konsisten perlu komitmen, waktu atau jumlah. Tidak perlu cepat menyelesaikannya yang terpenting memiliki value lebih dari yang cepat. Jika tak diterima, mungkin market kita bukan mereka, lupakan saja, pendam jauh dalam tidur, agar saat menyambut pagi tak mendung oleh penolakannya. Memang aku, yang sering tak bersyukur hari itu, hingga lupa karunia Allah yang lain ~

Mungkin ini yang namanya tamak, multi talenta namun tak satupun yang sangat runcing dan mengkilap. Bukanlah pedang runcing dan mengkilaplah yang bisa menggoyahkan jiwa musuh Allah sebelum medan jihad dimulai?

Inilah kami, manusia yang sedang dalam fase bernama muda. Explore sana-sini yang penting tidak menyalahi syariat-Mu. Namun lupa bahwa terlalu explore hanya memperbanyak pedang namun tidak mempertajam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *