Mulia Walau Tak Kaya

Dalam kehidupan sistem kapitalisme yang melahirkan gaya hidup hedonisme menjadikan kita dengan tidak sadar terus disuguhkan informasi dan kerangka berpikir “Kaya berarti mulia, miskin berarti hina.” Padahal Allah SWT. Memberikan kemuliaan pada orang-orang yang BERTAKWA (bukan kaya atau miskin):

يٰۤاَ يُّهَا النَّا سُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَآئِلَ لِتَعَا رَفُوْا ۗ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَ تْقٰٮكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ
“Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling MULIA di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling BERTAKWA. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti.”
(QS. Al-Hujurat 49: Ayat 13)

Kaya Karena Miskin

Adanya orang yang disebut kaya adalah karena adanya orang yang kondisinya miskin dari segi harta, aset, dan lainnya yang bersifat maaliyah. Kondisi kaya dan miskin ini pernah diminta oleh Nabi Adam AS. kepada Allah SWT. agar menjadikan semuanya memiliki harta yang sama banyaknya, tidak ada yang miskin, semuanya kaya. Namun Allah SWT. menjawab “Aku suka saat mereka memujiku.” Seperti yang telah Allah SWT. jelaskan:

وَاِ ذْ تَاَ ذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَاَ زِيْدَنَّـكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَا بِيْ لَشَدِيْدٌ
“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, Sesungguhnya jika kamu BERSYUKUR, niscaya Aku akan MENAMBAH (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.”
(QS. Ibrahim 14: Ayat 7)
Insyaallah saat orang beriman bersyukur atas segala yang telah dititipkan oleh Allah padanya, maka Allah akan menambah nikmat itu.

Mudah Buat Landingpage dengan LandingPress

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *