Curi Start!

Curi Start Kuliah!

Perkuliahan semester 5 di tahun 2020 akan dimulai, dengan suasana beda yaitu #dirumahaja pada masa pandemi Covid-19. Agak heran sebetulnya karena seharusnya perkuliahan dimulai tanggal 1 September tapi semua dosen mengundurkan perkuliahan minggu depannya. Tapi alhamdulillah juga jadi bisa Curi Start mempelajari apa yang akan dibahas pada setiap matkul (walau rencananya ini dilakukan sebelum tanggal 1 Sept. tapi malah ga terlaksana).

Bagi saya tidak ada kata terlambat untuk memulai sesuatu, walau kadang saya merasa tertinggal dari orang lain dalam memulai sesuatu. Secepatnya saya harus memalingkan rasa tertinggal itu karena jika berlarut-larut malah bakal manis kayak gula enggak memulai. Terlalu berekspektasi hingga lupa realitas, akhirnya minder duluan sebelum memulai.

Salah satu dosen yang ngajarin saya untuk Curi Start adalah Pak Eko. Waktu itu selesai perkuliahan saya jalan sambil ngobrol dengan Pak Eko dan nyeritain gimana saya make ilmu yang didapet di kelas, dipraktekin di lapangan. Ngobrol-ngobrol, akhirnya Pak Eko ngasih 5 lembar Sticky Notes (sebelum ini, Pak Eko neraktir saya makan siang. 😁).

Di lembar pertama, saya disuruh untuk nulis semua Mata Kuliah di semester 4. Parahnya, saya lupa Mata Kuliah siang hari itu namanya apa. Dan disuruh untuk nulis lima buku bacaan untuk setiap Mata Kuliah. You know what? Saya ngosongin semuanya, jadi mikir waktu itu. Saya kuliah serius gak ya?

Di lembar kedua, saya disuruh untuk ngegambar lokasi papan tulis, tempat duduk dosen, dan tempat duduk mahasiswa (posisi kelas gitulah). Terus saya disuruh ngasih tanda tempat duduk yang sering saya tempatin, isi dengan jujur. Biasanya duduk di depan atau di pinggir tengah (pokoknya jalur jalan tengah, bingung jelasin pake kata-kata 😂). Dan Pak Eko ngasih apresiasi habits baik saya ini.

Dan lembar lainnya saya lupa lagi apa isinya. 😅

Pak Eko jelasin kalau dirinya waktu kuliah, jauh sebelum perkuliahan dimulai, baca-baca buku yang kira-kira akan ada di perkuliahan. Kenapa “kira-kira”, karena perkuliahan belum dimulai. Dan waktu zaman Pak Eko, internet belum se-massive sekarang.

Denger cerita perjuangan orang-orang dahulu memang sering bikin ketampar sih ya. Dan perasaan ketampar kayak gitu bagus, karena bisa jadi pemicu diri untuk bergerak lebih semangat. 🔥

Akibat Curi Start!

Kelemahan saya dalam bergaul adalah tidak mau bergaul dengan seumuran. Lebih tepatnya adalah dengan orang yang berkelakuan tidak dewasa. Tidak dewasa ini banyak sekali checklist-nya. Inilah yang setidaknya saya checklist, menilai apakah orang itu sudah saya anggap dewasa atau belum:

  • Sibuk dengan handphone saat belajar, kajian, dan kegiatan bermanfaat lain. (Kecuali urgent)
  • Hal yang dibicarakan masih seputar masalah pribadi yang tidak membangun. Seperti ngomongin pacar, pacar orang, mantan, istri orang, dan hal lain yang enggak manfaat buat dirinya (apalagi orang lain).
  • Ghibah (hampir sama dengan poin sebelumnya).
  • Nyeritain drakor, movie, atau sinetron yang enggak bisa diambil manfaatnya dari cerita itu.
  • Enggak berbicara soal masalah umat.

Mungkin kelemahan saya ini dikarenakan dari kecil saya sudah dibiasakan bergaul dengan yang lebih tua dari segi umur dan cara berpikir. Umur 10 tahun saya sudah biasa main bareng dengan yang berumur 5 tahun lebih tua, umur 20 tahun nongkrongnya dengan yang umur 10 tahun lebih tua. Maka saya menyadari dari pergaulan ini jugalah kadang rasa tertinggal dari yang lain sering muncul. Tapi sikap membandingkan diri sendiri dengan orang lain yang berlarut adalah tidak baik. 😉

Dari hasil bergaul dengan yang lebih tua jugalah saya mendapat pengalaman lebih dulu dari yang seumuran. Jadi MC, urus pendaftaran dan sertifikat seminar nasional, panitia walimatul urs, designer logo, pembicara di jurusan lain, ketemu asaatidz yang sudah terkenal se-Indonesia, ketuplak acara kampus, buatin video untuk Unit Kegiatan Mahasiswa, dan masih banyak pengalaman berharga yang bisa jadi cerita saat menginjak Surga-Nya. 😇

“Curi Start-lah dalam bidang yang Anda inginkan, dengan syarat tidak menyalahi aturan Allah.”

Kata-kata itu yang saya tanamkan pada diri saya dalam setiap kesempatan.

Buat Web Lebih Powerful dengan Landingpress

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *