Modelling Success

While I type this post, I’m joining upgrading self in WhatsApp group. I feel must have environment like that in my pocket. My university is still in holiday mode, so I want have good mood, attitude, and skill when holiday mode has finished. I type this post in my parent’ house with opened door and bright morning.

Maybe You have watched this video (link), I recommended You to watch that video before continue read this post. Because I watch that video too before type this post.

If You feel unmotivated, continue read this post!

“Memodel Sukses Seperti Mengadon Kue.”

-Jaya Setiabudi

Menghasilkan seorang wirausaha yang tangguh, seperti mengadon kue, diperlukan:

  • Tujuan
  • Alat dan bahan
  • Takaran
  • Urutan
  • Cara
  • Durasi
  • Lingkungan

Satu saja tidak terpenuhi, maka hasilnya tak akan maksimal.

2 Unsur Memodel Sukses:
1. Belief System (Sistem Keyakinan)
2. Strategy (Strategi)

Belief System

Pola negatif yang harus dirusak “Saya gak bisa jualan.” Lalu dibentuk keyakinan yang positif dan membangun. Karena tidak ada bayi yang otomatis bisa jalan, tidak ada orang yang bisa apapun, selain dengan latihan.

Yang membentuk keyakinan:

  • Orang tua, kawan, lingkungan
  • Pendidikan
  • Film, musik, kata-kata

Motivasi terbagi jadi 2:
Pain, rasa sakit yang akan dirasakan saat mempertahankan pola gagal.
Pleasure, rasa senang yang akan dirasakan saat berubah menuju pola sukses.

Kita punya potensi saat kepepet tercipta. Karena ketakutan hanyalah bayangan.

Alasan- Motivasi – Target ada tiga tingkatan:
1. Material
2. Emosional
3. Spiritual

Tidak perlu langsung ke spiritual tingkatannya (jika belum bisa) karena ada fase-fase tertentu. Mulai dari tingkatan material tidak terlalu jadi masalah.

Menginderakan Impian

Membayangkan kesenangannya dan kesakitannya saat terwujud/tidak terwujud.
Datangi! Tanya aja. Saat dipermalukan, tidak ada yang hilang dari kita.

3 Step Neuro Associative Conditioning (NAC)

  1. Menemukan daya ungkit -> Terutama untuk para pengajar.
  2. Merusak pola gagal, dengan rasa sakit yang ekstrim.
  3. Membangun pola sukses dan rasa senang saat meraihnya.

  1. Daya ungkit adalah sesuatu yang membuat kita terus bergerak. Bisa jadi SIAPA dan juga APA.
  2. Merusak pola gagal dengan cara visualisasi jika pola gagal itu terus dipertahankan.
  3. Membangun pola sukses juga dengan cara visualisasi keberhasilan saat pola sukses terbangun dan terwujud.

Simulasi menemukan daya ungkit:

  1. Sharing orang yang berpengaruh.
  2. Di Young Entrepreneur Academy, diajarkan membuat Dream Map, Selling Competition, Field Trip, Magang pada pengusaha kecil karena bisa belajar dari hulu sampe hilir, home biz, dan event organizer.

Diperlukan simulasi-simulasi untuk membangun belief system.

Daftar rekomendasi film untuk membangun belief system:

  1. The Billionaire
  2. Joy
  3. 3 idiots
  4. The Social Network
  5. Jobs -> Untuk mahasiswa, jangan menunggu guru mengajarkan.
  6. The Founder
  7. Terminal
  8. Walt Before Mickey

Role Model

Cara terbaik memodel Belief System seseorang adalah dengan mengetahui:

  1. Aktivitas kesehariannya -> Kalau bisa magang atau jadi sopirnya.
  2. Apa yang ia pikirkan saat AKAN melakukan sesuatu.
  3. Proses pengambilan keputusan saat menghadapi masalah.
  4. Kata-kata yang ia gunakan, QUOTES yang sering ia ucap.

Tanyakan hal-hal kecil yang perlu ditanyakan.

Self-talk sarafnya ada di pandangan bawah kiri, internal auditory sarafnya ada di pandangan bawah kanan.

Quotes bisa digunakan sebagai penyemangat saat musibah menimpa. Contoh Quotes:

  1. Sukses Berpola, Gagal Berpola
  2. Jika Gak Ada Orderan, Ciptakan Orderan
  3. Semua orang sukses pernah bangkrut, sekarang saya bangkrut, tinggal suksesnya
  4. Ayo, sedikit lagi, sepuluh langkah lagi

Saat seseorang membaca kata positif, hormon serotonin bertambah sehingga memberdayakan semangat membangun seseorang.

Sharing terbaik adalah dengan cara datang dan magang.

References:
https://www.youtube.com/watch?v=6Fnsy0OB4ic

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *