Tentang Kerja Remote (Jarak Jauh)

Seharian saya nonton video tentang kerja remote mulai dari penjelasan orang Indonesia sampe penjelasan dari pemilik aplikasi untuk kerja remote dari Basecamp – Jason Fried.

Menarik untuk dibahas apalagi untuk siapapun yang ingin kerja dari rumah atau dimanapun tempat yang disukai oleh Anda. Karena jika suatu pekerjaan yang bisa dilakukan dimanapun tanpa harus ke kantor, kenapa harus ke kantor dengan menghabiskan waktu yang tidak bisa dikatakan sedikit ditambah mood yang mungkin akan turun karena perjalanan jauh nan melelahkan.

Kerja remote tidak melulu di rumah, Anda bisa coba kerja di coworking space, cafe, outdoor, atau bahkan di pantai.

Waktu

Memang kerja dimana saja yang diinginkan. Tapi ingat lagi, ini adalah kerja. Ada beberapa perusahaan yang tidak mematok waktu kerja (yang penting kerjaan selesai) dan ada juga yang mematok waktu kerja. Dalam salah satu interview (link) perusahaan tersebut mematok waktu kerja selama 25 jam per pekan. Untuk memantaunya bisa menggunakan software yang tersedia di internet.

Maka waktu perlu menyesuaikan dengan kultur dan kesepakatan waktu dengan perusahaan dimana kita bekerja (full atau part).

Satu Hal Dari Kerja Remote

Fokus!

Mungkin ini yang tidak akan pernah kita dapetin di saat masa sekolah bahkan kuliah. Fokus.

Entah Anda, tapi di SMP Saya pernah merasakan bagaimana sangat lelahnya aktif di 4 ekstra kulikuler sekaligus (dan berakhir dengan ketidak profesionalan). Saat SMA saya bisa melepas ‘keserakahan’ itu. Namun sekarang (kuliah) entah apa yang merasuki saya sehingga ruh ‘keserakahan’ itu tumbuh lagi. Saya baru tersadarkan bahwa ada ruh ‘serakah’ lagi setelah denger podcast dari Hendra Setiawan (link).

Jenis Pekerjaan

Saat ini produksi tempe belum bisa dilakukan secara remote, tapi kita masih punya kesempatan untuk bekerja remotely di perusahaan tempe. Maka setidaknya Saya tulis beberapa jenis pekerjaan yang dicari perusahaan atau client. Berikut daftarnya :

  • ilustrator
  • android dev
  • front end dev
  • back end dev
  • content writer
  • brand identity
  • social media content
  • training online
  • IOT
  • translator
  • web dev
  • UI
  • Fotografi
  • admin
  • dll

Skill penunjang (banget) :

  • Bahasa Inggris
  • Mandiri
  • Time management
  • Project management
  • Berpengalaman
  • Portofolio
  • Spesifik kerjaan

Minus Kerja Remote

Tak ada tanduk yang tak retak

Btw, saat tulisan ini dibuat, saya belum kerja remote secara full. Tapi biasanya tugas kelompok di kuliah biasanya langsung saya switch ngerjainnya online. Selain enggak banyak becanda, juga meminimalisir lirikan mata.

Lagi baca komen-komen di grup fb Kami Kerja Remote dan ternyata ya ada juga minus dari kerja remote. Berikut setidaknya beberapa poin yang akan cepat atau lambat dirasakan saat kerja remote:

  • Ga ada temen buat becanda
  • Siap-siap boomerang waktu
  • Terlihat nganggur

Peluang Kerja

Submit kerja onsite atau remote pasti orang-orang yang submit adalah yang satu kompetensi sama dan tidak bisa dibilang sedikit orang yang apply. So, pahit memang tapi Anda perlu tau kalau “dunia ini tidak adil” banyak orang hanya memperhatikan sedikit orang. Dan itu berlaku juga saat apply pekerjaan.

Tapi peluang kerja secara remote kelebihannya adalah menembus batas geografis. Jasad kita di Bandung, kerjaan dari orang Kalimantan bahkan dari orang Australia sangatlah mungkin.